Di Pelataran Senja


 

*Di Pelataran Senja* 


 _Sebuah persembahan Puisi untukmu tersayang_ 


Oleh : Sujaya


Di pelataran senja yang teduh dan damai,

kita duduk berdua memandang hari-hari yang telah usai.

Keriput di wajah menjadi saksi waktu,

namun cinta yang tumbuh tak pernah layu.


Dulu kita memulai dengan langkah sederhana,

meniti jalan hidup penuh tanya dan asa.

Kadang hujan datang membawa duka,

kadang mentari menyapa dengan bahagia.


Dalam suka dan duka kita tetap bersama,

menguatkan hati ketika dunia terasa hampa.

Kesetiaan menjadi pelita yang menyala,

menuntun langkah di setiap musim kehidupan yang berbeda.


Betapa indah perjalanan yang telah kita lalui,

dengan warna-warni kisah yang menghiasi hari.

Ada tawa yang mengembang di ruang keluarga,

ada air mata yang mengajarkan arti setia.


Bersama kita menggenggam tangan anak-anak tercinta,

mendampingi mereka meraih mimpi dan cita-cita.

Dengan doa yang tak pernah lelah terucap,

dengan kasih yang selalu siap menopang setiap langkah.


Kini mereka tumbuh menjadi harapan yang nyata,

mengukir prestasi, menjemput masa depan dengan bangga.

Dan kita tersenyum dalam syukur yang mendalam,

menyaksikan benih-benih cinta berkembang dalam kehidupan.


Di pelataran senja yang semakin temaram,

kita tetap saling menatap dengan perasaan yang sama.

Tak lagi muda, namun cinta tak berkurang,

justru semakin kokoh oleh waktu yang panjang.


Jika kelak malam datang menjemput usia,

aku ingin tetap menggenggam tanganmu seperti semula.

Sebab dari awal hingga akhir perjalanan ini,

engkaulah rumah tempat cinta kembali.


Di pelataran senja kehidupan,

kita belajar bahwa bahagia bukanlah kemewahan.

Bahagia adalah tetap bersama hingga menua,

saling mencinta, saling menjaga, dan saling mendoakan selamanya.


 ~~Terusan Indramayu. Kamis, 25/6/2026

— H. Sujaya, S.Pd.Gr~ .~