Untukmu, Soulmateku
*Untukmu, Soulmateku*
Oleh: Sujaya
Kau adalah telaga,
yang menyimpan langit di kedalaman beningnya;
tempat segala letihku
menanggalkan debu perjalanan,
hingga riak-riak rindu
menjelma doa yang tak pernah selesai.
Kau adalah lembah,
yang mengajarkan sunyi
bukan sebagai sepi,
melainkan ruang
tempat cinta bertumbuh
seperti embun yang memeluk rerumputan pagi.
Kau adalah langit biru,
hamparan tanpa batas
yang mengajari burung-burung harapan
menemukan arah pulang.
Di matamu,
aku membaca musim-musim yang teduh,
dan segala badai kehilangan namanya.
Kau adalah jalan setapak,
yang sabar menuntun langkahku
melewati hutan keraguan
dan tebing kegelisahan.
Meski tak selalu rata,
kau tak pernah berhenti
mengantar mimpiku menuju cakrawala.
Kau adalah rumput ilalang,
yang menari bersama angin
tanpa kehilangan akar.
Lentur menghadapi musim,
namun tak pernah menyerah
kepada kerasnya kemarau kehidupan.
Kau adalah hujan,
yang jatuh tanpa memilih tanah;
membasuh luka-luka
yang kusembunyikan di balik senyum,
hingga hatiku kembali
berbau tanah pertama.
Kau adalah pohon tua,
yang menaungi siang-siangku
dengan rindang kesetiaan.
Pada batangmu,
waktu mengukir cincin-cincin kenangan
yang tak mampu dipatahkan usia.
Kau adalah laut,
yang mengajarkan keluasan.
Gelombangmu tak selalu tenang,
namun cintamu selalu membawa perahuku
kembali ke dermaga harapan.
Dan aku...
ingin menjadi akar
di bawah seluruh keindahanmu;
tak terlihat,
namun setia menguatkan.
Sebab soulmate,
bukan hanya seseorang
yang berjalan di samping kita,
melainkan jiwa
yang menjadikan setiap musim kehidupan
tetap bermakna.
Maka jika kelak rambut kita
memutih seperti kabut di puncak pagi,
biarkan tangan kita tetap saling menggenggam,
karena cinta sejati
bukan tentang siapa yang paling sempurna,
melainkan tentang dua jiwa
yang memilih tetap tinggal,
meski waktu terus mengajarkan cara untuk berpisah.
Dan di ujung seluruh perjalanan,
aku ingin Tuhan masih memperkenankan
menyebut namamu dalam doa,
sebab bagiku,
kau bukan sekadar belahan hati—
kau adalah rumah,
tempat seluruh rinduku
selalu menemukan jalan pulang.
_Indramayu. 28/6/2026_
